Contoh Bahasa Bersifat Dinamis (Linguistik)

contoh bahasa bersifat dinamis

Pada pembasahan kali ini akan dibahas mengenai pengertian dan contoh bahasa bersifat dinamis, simak penjelasannya di bawah.

Pengertian bahasa bersifat dinamis


Bahasa bersifat dinamis adalah bahasa itu tidak tetap dan selalu berubah. Kenapa bisa demikian? Sebab, bahasa itu sangat terkait dengan manusia, sedangkan manusia memiliki kegiatan yang tidak tetap dan berubah-ubah dalam kehidupannya, maka bahasa pun ikut berubah, tidak statis.

Perubahan bahasa itu bisa terjadi dalam semua tataran, baik fonologi, morfologi, sintaksis, semantik ataupun leksikon.

Kita akan lihat contohnya biar lebih jelas

Contoh bahasa bersifat dinamis

1. Dalam bidang fonologi

Bahasa Indonesia dulu belum mengenal fonem:
/f/, /kh/, dan /sy/
Ketiga fonem tersebut dianggap sama dengan fonem:
/p/, /k/, dan /s/

Sehingga:
Kata fikir sama dengan kata pikir
Kata khabar sama dengan kata kabar
Kata masyarakat sama dengan kata masarakat

Tetapi, kini keberaaan ketiga fonem itu, yang berbeda dengan fonem /p/, /k/, dan /s/ dianggap otonom, sebab terdapat pasangan minimal yang membedakannya fonem /f/ dari /p/, /kh/ dari /k/ dan /sy/ dari /s/.

2. Dalam bidang morfologi

Keberadaan alomorf menge- yang dulu diharamkan dalam bahasa Indonesia, kini diangga otonom, karena kehadirannya berkaidah, yaitu pada kata dasar yang ekasuku. Begitu pula bentuk kata dimengerti yang pada tahun 50-an diharamkan para guru, kini tidak dipersoalkan lagi.

3. Dalam bidang leksikon dan semantik

Perubahan bahasa yang paling jelas dan paling banyak terjadi adalah dibidang leksikon dan semantik ini.

Perubahan dan perkembangan leksikon dalam bahasa Indonesia yang begitu pesat dapat kita lihat contohnya dengan membandingkan jumlah kata yang ada dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karya W. J. S. Poerwadarminta yang hanya berjumlah sekitar 23.000 kata dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang berjumlah lebih dari 60.000 kata. Dan bukan hal yang mustahil jika dalam waktu yang tidak terlalu lama bahasa Indonesia akan memiliki 100.000 kosakata.

Perubahan dan perkembangan tersebut terjadi akbiat dari perubahan budaya dan ilmu, atau juga ada kata-kata lama yang muncul dengan makna baru.

Perlu juga diketahui, bahwa perubahan dalam bahasa ini bukan hanya terjadi berupa “pengembangan dan perluasan”, tetapi bisa juga perubahan bahasa berupa “kemunduran” sejalan dengan adanya perubahan yang dialami masyarakat bahasa yang bersangkutan.

Diantara alasan “kemunduran” tersebut ialah karena adanya alasan sosial dan politis yang menyebabkan banyak orang meninggalkan bahasanya, atau tidak lagi menggunakan bahasanya, dan lalu menggunakan bahasa lain.

Nah, di indonesia kini kabarnya telah banyak bahasa daerah yang ditinggalkan para penuturnya, terutama dengan alasan sosial. Jika hal ini terus berlanjut, maka suatu saat nanti akan terjadi peristiwa dimana bahasa hanya ada dalam dokumentasi belaka, sebab tidak ada lagi penuturnya. Contoh yang paling konkret adalah bahasa Latin dan Sansakerta, untung saja kosakata bahasa Latin  dan Sansakerta masih tetap dipakai sebagai istilah dalam bidang ilmu pengetahuan.

Rujukan: Buku Linguistik Umum, Karya: Abdul Chaer.

Baca juga:

0 Response to "Contoh Bahasa Bersifat Dinamis (Linguistik)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel