Contoh Iqtibas dalam Balaghah (Pengutipan dari Al-Qur'an dan Hadits)

Contoh Iqtibas dalam Balaghah pengutipan dari Al-Qur'an dan Hadits

Kali ini penulis akan membahas Contoh Iqtibas dalam Balaghah, yang iqtibas tersebut merupakan bagian dari ilmu badi' dalam Balaghah.

Berikut di bawah ini penjelasannya:

Seperti telah diketahui dalam pembahasan Pengertian Al-Iqtibas dan Contohnya dalam Balaghah bahwa Iqtibas adalah mengutip sebagian kalimat dari Al-Qur’an atau Hadits, lalu disematkan ke dalam prosa atau syair tanpa dijelaskan bahwa kutipan tersebut dari Al-Qur’an atau Hadits.
Sekarang kita akan lihat contoh-contoh dari Iqtibas yang dikutip dari Al-Qur’an dan Hadits:


1. Contoh Iqtibas yang Pengutipannya dari Al-Qur’an
Abu Al-Mu’min Al-Ashfahani berkata:
لَا تَغُرَّنَّكَ مِنَ الظَّلَمَةِ كَثْرَةُ الجُــيُوْشِ والأَنْصَارِ، إنّمَا يُـؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فيهِ الأَبْصَارُ.
Jangan sekali-kali kamu terbujuk oleh banyaknya pasukan dan pembantu orang-orang penganiaya, Sesungguhnya Kami menangguhkan mereka sampai suatu hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.

Dalam syair ini terdapat kalimat innama yuakhiruhum liyaumin tasykhashu fiihi al-absharu. Kalimat ini merupakan potongan Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 42.
Penyair di atas memasukkan ayat Al-Qur’an dalam syairnya tersebut dengan tidak menjelaskan bahwa kutipan yang dimasukkannya tersebut berasal dari Al-Qur’an.

Maksud dari Penyair memasukkan ayat Al-Qur’an dalam syairnya tersebut untuk meminjam kekuatan ayat tersebut yang berasal dari Al-Qur’an yang merupakan Kalam Allah, disamping juga untuk menunjukkan kelihaian penyair dalam menghubungkan kalimat dalam syairnya dengan kalimat yang dipetiknya secara selaras.

Maka syair tersebut adalah contoh dari iqtibas yang pengutipannya dari Al-Qur’an. Karena dalam syairnya ada kutipan kalimat dari Al-Qur’an.


Ibnu Sina’ Al-Mulk berkata:
رَحَلُوْا فَلَسْتُ مُسَائِلًا عَنْ دَارِهِمْ * أَنَا بَاخِعٌ نَفْسِيْ عَلى آثارِهِمْ
Mereka telah berangkat dan aku tidak akan menanyakan tempat tinggal mereka, selanjutnya aku seperti orang yang binasa karena bersedih hati sepeninggal mereka.

Dalam syair ini terdapat kalimat anaa baakhi’un nafsy ‘alaa aatsaarihim. Kalimat ini merupakan potongan Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 6, tetapi ayat tersebut yang dalam Al-Qur’an aslinya adalah fala’allaka baakhi’un nafsaka ‘alaa aatsarihim. Penyair tersebut memasukkan ayat Al-Qur’an tersebut dalam syairnya dan mengubahnya sedikit karena diselaraskan dengan kalimat yang ada dalam syairnya tersebut.

Maka syair tersebut adalah contoh dari iqtibas yang pengutipannya dari Al-Qur’an. Karena dalam syairnya ada kutipan kalimat dari Al-Qur’an.


Qadhi Al-Fadhil menulis suatu surat balasan:
وَرَدَ على الخَادِمِ الكِتَابُ الكريمُ فَشَكَرَهُ، وقَرَّبَهُ نَجِيًّا، ورَفَعَه مكانا عليّا، وأَعَادَ عليه عَصْرَ الشَّبَابِ، وقَدْ بَلَغَ مِنَ الكِبَرِ عِتِيًّا.
Sebuah kitab yang mulia telah sampai kepada seorang pelayan, maka ia bersyukur karenanya, ia mendekatinya untuk bermunajat, ia menempatkannya di tempat yang tinggi, dan kitab itu mengembalikan semangat mudanya, padahal ia sudah mencapai umur yang sangat tua.

Dalam syair ini terdapat kalimat wa qad balagha minal kibari ‘itiyya. Kalimat tersebut merupakan kutipan dari Al-Qur’an Surat Maryam ayat 8, tetapi ayat tersebut yang dalam Al-Qur’an aslinya adalah wa qad balaghtu minal kibari ‘itiyya. Penyair tersebut memasukkan ayat Al-Qur’an tersebut dalam prosanya dan mengubahnya sedikit karena diselaraskan dengan kalimat yang ada dalam syairnya tersebut.

Maka syair tersebut adalah contoh dari iqtibas yang pengutipannya dari Al-Qur’an. Karena dalam syairnya ada kutipan kalimat dari Al-Qur’an.


2. Contoh Iqtibas yang Pengutipannya dari Hadits
Abu Ja’far Al-Andalusi berkata:
لَا تُعَادِ النَّاسَ فِي أَوْطَانِهِمْ * قَلَّمَا يُرْعَى غَرِيْبُ الوَطَنِ
وَإِذَا مَا شِئْتَ عَيْشًا بينَهم * خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Janganlah kau memusuhi orang-orang di negeri mereka sendiri, sedikit sekali pengembara di suatu negeri itu mendapat perhatian baik.
Jika kau ingin hidup di tengah-tengah mereka, maka berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.

Dalam syair ini terdapat kalimat kholiqinnasa bi khuluqin hasanin. kalimat tersebut merupakan potongan dari Al-Hadits.

Maksud dari Penyair memasukkan potongan Hadits dalam sya’irnya tersebut untuk meminjam kekuatan Hadits tersebut yang mulia, disamping juga untuk menunjukkan kelihaian penyair dalam menghubungkan kalimat dalam sya’irnya dengan kalimat yang dipetiknya secara selaras.
Maka syair tersebut adalah contoh dari iqtibas yang pengutipannya dari Hadits. Karena dalam syairnya ada kutipan kalimat dari Hadits.

Kesimpulan:
Jadi kita dapat simpulkan bahwa dalam pengutipan Al-Qu’ran dan Hadits ada yang tetap seperti tertera dalam Al-Qur’an dan Hadits tersebut; ada juga yang sedikit diubahnya oleh Penyair karena disesuaikan dengan kalimat Penyair dalam prosa atau syairnya.

Demikian uraian mengenai contoh iqtibas dalam ilmu badi', semoga bermanfaat.

0 Response to "Contoh Iqtibas dalam Balaghah (Pengutipan dari Al-Qur'an dan Hadits)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel