Contoh Mini Riset Kegiatan Menulis Arab Pegon Sebagai Penunjang Kemahiran Menulis Teks Bahasa Arab


Kegiatan Menulis Arab Pegon Sebagai Penunjang Kemahiran Menulis Teks Bahasa Arab

DAFTAR ISI

BAB I      PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
B.       Rumusan Masalah
C.       Tujuan dan Kegunaan Penelitian
BAB II     LANDASAN TEORI
A.       Penulisan Arab Pegon
B.       Keterampilan Menulis
BAB III   METODE PENELITIAN
A.       Pendekatan Penelitian
B.       Populasi dan Sampel
C.       Metode Pengumpulan Data
D.       Instrumen Penelitian
E.        Analisis Data
BAB IV   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.       Sistem Pelaksanaan Kegiatan Menulis Arab Pegon di Pengajian Mesjid Nurus Syukri
B.       Hasil Penelitian Mengenai Kegiatan Menulis Arab Pegon Sebagai Penunjang Kemahiran Menulis Teks Bahasa Arab
BAB V    KESIMPULAN DAN SARAN
A.       Kesimpulan
B.       Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


Baca juga karya ilmiah lainnya:

BAB I
PENDAHULUAN

      A.    Latar Belakang
Bahasa Arab masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya Agama Islam, maka sering dikatakan bahwa Bahasa Arab merupakan Bahasa Agama karena tidak dapat dipisahkannya antara Bahasa Arab dan Islam, sebagai bukti paling dasar adalah rujukan umat Islam itu sendiri yakni Al-Qur’an, Al-Hadits dan Kitab-kitab Syar’i lainnya ditulis dengan Bahasa Arab. Oleh karena itu sangat mungkin pengajaran Bahasa Arab juga mulai berlangsung bersamaan dengan tersebarnya Islam di Indonesia yakni sekitar abad ke- 12 M .
Dalam implementasinya, bagi seorang guru bukanlah hal yang mudah untuk menyampaikan materi kebahasa Arab-an agar murid cakap baik dalam Istima’, Kalam, Qira’ah maupun Kitabah. Guru dituntut untuk bisa menggunakan cara atau metode yang efektif dan efisien agar murid bisa mahir dalam empat kecakapan berbahasa tadi termasuk perihal Kitabah (menulis) yang akan Penulis teliti dalam mini riset ini, karena fakta yang Penulis temui di kelas-kelas jurusan Bahasa Arab ketika guru melafalkan kalimat-kalimat Bahasa Arab dan menyuruh mahasiswa untuk menuliskannya, selalu saja ada beberapa mahasiswa yang saling bertanya dan kebingungan bagaimana cara menulisnya, kendatipun kalimat-kalimat tersebut bukan termasuk Mufradat yang Garibah, kemungkinan bisa dikarenakan background mahasiswa yang berbeda-beda ataupun kurang terbiasanya dalam kegiatan menulis Bahasa Arab. Padahal sejatinya mahasiswa Bahasa Arab mahir di empat kecakapan berbahasa tersebut termasuk Kitabah.
Berkaitan dengan hal itu di dunia pesantren terlebih pesantren salaf yang notabene selalu mengkaji dan bergelut dengan Bahasa Arab yang sudah berlangsung cukup lama bersamaan dengan bahasa arab itu masuk ke indonesia dalam prinsipnya yang Bahasa Arab itu sebagai media untuk memahami sumber ajaran Islam bukan sebagai alat komunikasi guru kian gencar mengadakan metode atau strategi yang sesuai dengan prinsipnya agar dapat mengantarkan murid pada pemahaman sumber ajaran Islam termasuk terbiasa dalam menulis Bahasa Arab juga mencintai Bahasa Arab itu sendiri, karena dengan dasar terbiasa murid tidak akan terlalu terkejut ketika dihadapkan pada teks berbahasa Arab asli dan ketika murid menyukai Bahasa Arab berarti kemungkinan besar akan mencintai Al-Qur’an, Al-Hadits dan kitab-kitab syar’i berbahasa Arab lainnya, di kebanyakan pesantren salaf ada yang suatu metode atau strategi pembelajaran yang umum dinamakan dengan kegiatan menulis Arab Pegon, yaitu kegiatan memaknai atau menerjemahkan kitab-kitab berbahasa Arab kedalam bahasa ibu baik itu bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Banjar, Madura dan sebagainya dengan huruf Arab Pegon/Arab Melayu dengan tujuan mempermudah penulisan karena penulisan Arab Pegon sama dengan penulisan Arab asli yakni dari kanan ke kiri juga untuk membiasakan murid dengan tulisan-tulisan Bahasa Arab dan sebagai rangsangan untuk menyukai Bahasa Arab.
Sehubungan dengan hal itu menurut Penulis ada kaitannya antara mahasiswa yang sering membiasakan menulis Arab Pegon di luar kelas dengan kemahiran Kitabah mereka di dalam kelas.
Hal inilah yang menarik Penulis untuk melakukan penelitian kecil tentang Kegiatan Menulis Arab Pegon Sebagai Penunjang Kemahiran Menulis Teks Bahasa Arab yang dilakukan di pengajian Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung, Bandung.

      B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1.      Bagaimana sistem pelaksanaan kegiatan menulis Arab Pegon di pengajian Mesjid Nurus Syukri?
2.      Bagaimana efektifitas kegiatan menulis Arab Pegon di pengajian Mesjid Nurus Syukri? 

      C.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
a.       Mengetahui sistem pelaksanaan kegiatan menulis Arab Pegon di pengajian Mesjid Nurus Syukri
b.      Mengetahui efektifitas kegiatan menulis Arab Pegon di pengajian Mesjid Nurus Syukri
2.      Kegunaan Penelitian
a.       Untuk Kiai
1.      Kiai mengetahui bahwa kegiatan menulis Arab Pegon secara tidak sadar sedang membantu mempersiapkan santrinya yang sebagai mahasiswa di perkuliahan
2.      Meningkatkan pola pembelajaran agar santri selain bisa paham agama juga berprestasi di perkuliahan termasuk dalam perihal kitabah
b.      Untuk Dosen Bahasa Arab
1.      Dosen Bahasa Arab mengetahui ada hal-hal penunjang di luar kelas terhadap mahirnya kitabah
2.      Dosen Bahasa Arab mengarahkan mahasiswanya untuk mencari tambahan pengetahuan dan wawasan di luar kelas guna membantu mengasah kecakapan berbahasanya termasuk perihal kitabah
c.       Untuk Penulis
1.      Memenuhi tugas Dosen
2.      Menambah wawasan dalam mengerjakan mini riset ini
3.      Menjadi pengalaman untuk observasi selanjutnya



BAB II
LANDASAN TEORI

      A.    Penulisan Arab Pegon
Huruf pegon ialah huruf Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa dan juga menuliskan bahasa Sunda. Konon katanya, asal kata pegon berasal dari bahasa Jawa yaitu pego yang mana artinya ialah menyimpang. Sebab memang Bahasa Jawa yang ditulis dalam huruf Arab dianggap suatu hal yang tidak lazim.
Berbeda halnya dengan huruf Jawi, huruf jawi ditulis secara gundul, sedangkan pegon hampir selalu dibubuhi tanda vokal, jika tidak dibubuhi tanda vokal maka tidak disebut pegon lagi akan tetapi disebut Gundhil. Perlu dikethui bahwa Bahasa Jawa memiliki kosakata vokal atau aksara swara yang lebih banyak daripada kosakata vokal Bahasa Melayu sehingga vokal perlu ditulis dengan maksud untuk menghindari kerancuan.
Di bawah ini merupakan daftar huruf-huruf pegon, di bawah ini semuanya merupakan huruf pegon, adapun yang diberi lingkaran ialah huruf-huruf yang tidak ada dalam huruf Arab asli.
Huruf Pegon:


Harkat Huruf Pegon:


Huruf pegon, utamanya di Jawa, dipergunakan oleh kaum muslimin, terutama digunakan di pondok-pondok pesantren. Huruf pegon ini biasanya hanya dipergunakan untuk menuliskan sebuah tafsiran atau menuliskan arti kata pada Al-Qur’an, akan tetapi terdapat banyak juga naskah-naskah manuskrip cerita yang secara keseluruhannya ditulis dalam huruf-huruf pegon. Misalkan saja naskah-naskah Serat Yusup.
Dibawah penulis sertakan salah satu potongan penulisan Arab Pegon berupa syair berbahasa Sunda yang ada dan selalu dibaca setiap selesai mengaji di pengajian Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung, Bandung:

 Dari sana kita melihat ada banyak kalimat Arab Pegon yang sangat sesuai dengan kalimat arab asli baik dari cara penulisan ataupun maknanya, seperti:

Makna
Tulisan Arab Asli
Tulisan Arab Pegon
Ilmu
علم
علم
Manfaat
منفعة
منفعة
Badan
بدن
بدن
Sehat
صحة
صحة
Selamat
سلامة
سلامة
Dunia
دنيا
دنيا
Akhirat
آخرة
آخرة
Soleh (Lk. plural)
صالحين
صالحين
Solehah (Pr. plural)
صالحات
صالحات
Kuat
قوة
قوة
Iman
إيمان
إيمان
Islam
إسلام
إسلام
Ikhlas
إخلاص
إخلاص
Ibadah
عبادة
عبادة

Dari sedikit contoh diatas kita bisa tahu bahwa bila kegiatan menulis Arab Pegon itu dibiasakan secara konsisten bukan hal yang tidak mungkin akan menjadi salah satu penunjang kemahiran Kitabah mahasiswa Bahasa Arab sehingga mahasiswa Bahasa Arab tidak akan lagi asing dengan kalimat-kalimat Bahasa Arab, terutama kalimat-kalimat Bahasa Arab yang sudah umum.
  
      B.     Keterampilan menulis (Maharah Al-Kitabah)
Keterampilan menulis (Maharah Al-Kitabah) adalah kemampuan dalam mendeskripsikan atau mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek sederhana seperti menulis kata-kata sampai kepada aspek yang kompleks yaitu mengarang. Kemudian keterampilan menulis pula merupakan keterampilan yang paling tinggi dari sisi tingkat kesulitannya bagi pembelajar apabila dibandingkan dengan ketiga keterampilan lainnya.
Kemampuan menulis sama halnya dengan kemampuan berbicara, yaitu perlu mengandalkan kemampuan berbahasa yang bersifat aktif dan produktif. Kedua keterampilan ini (kemampuan menulis dan berbicara) adalah suatu usaha untuk mengungkapkan isi pikiran dan perasaan dari si pemakai bahasa melalui bahasa. Adapun perbedaannya terletak pada cara yang digunakan untuk mengungkapkannya. Pikiran dan perasaan dalam berbicara diungkapkan secara lisan sedangkan dalam menulis dilakukan secara tertulis. Kemudian memiliki ciri-ciri yang berbeda dan tuntutan yang berbeda pula dalam penggunaannya. Sehingga perbedaan tersebut akan tercermin pula pada pengajarannya termasuk pada penyelenggaraan tes bahasanya.

Metode Keterampilan Menulis itu banyak jenisnya, diantaranya:
      1.      Imla (Dikte)
Imla adalah kategori menulis yang menekankan rupa/postur huruf dalam membentuk kata-kata dan kalimat.
Secara garis besar ada tiga macam teknik yang diperhatikan dalam pembelajaran imlak, yaitu:
a.       Imla Menyalin (Imla Al-Manqul)
Imla ini juga lazim disebut al-imla al-mansukh sebab dilakukan dengan cara menyalin tulisan. Imlak ini cocok diberikan kepada pemula.
b.      Imla menyimak (Al-Imla Al-Istimai’)
Yang dimaksud imla istima’i adalah mendengarkan kata-kata/kalimat/teks yang dibacakan, lalu menulisnya. Imla istima’i ini lebih sulit dikarenakan pelajar dituntut untuk menuliskan kalimat/teks dengan tanpa melihat contoh tulisan dari guru, melainkan pelajar dituntut mengandalkan hasil kecermatannya dalam mendengarkan bacaan guru.
c.       Imla tes (Al-Imla’ Al-Ikhtibari’)
Sesuai dengan sebutannya, tes, Al-Imla Al-Ikhtibari bertujuan untuk mengukur kemampuan dan kemajuan para pelajar dalam imla yang telah mereka pelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.

      2.      Khat (Kaligrafi)
Khat ialah kategori menulis yang tidak hanya menekankan aspek rupa atau postur huruf dalam membentuk kata-kata dan kalimat tetapi juga menyentuh pada aspek-aspek estetika. Maka tujuan pembelajaran khat adalah agar para pelajar terampil menulis huruf-huruf dan kalimat arab dengan benar dan indah.

3.      Insya (Mengarang)
Mengarang (Al-Insya’) adalah kategori menulis yang berorientasi kepada pengekspresian pokok pikiran berupa ide, pesan, perasaan dan sebagainya ke dalam bahasa tulisan, bukan visualisasi bentuk atau rupa hurup, kata, atau kalimat saja. Maka wawasan dan pengalaman pengarang sudah mulai dilibatkan.
Seperti pada falsafahnya bahwa bahasa bila tidak digunakan maka lambat-laun akan mati, maka dengan membiasakan menulis kalimat-kalimat Arab akan tercapai Maharah Al-Kitabah tersebut disamping ditopang dengan kebiasaan membaca teks-teks berbahasa Arab, menyimak pada An-Natiq Al-Ashly dan berbicara menggunakan Bahasa Arab.



BAB III
METODE PENELITIAN

      A.    Pendekatan Penelitian
Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang berusaha untuk menangkap suatu realitas sosial secara keseluruhan, utuh dan juga tuntas atau beres sebagai suatu kesatuan realitas, pendekatan ini memanang bahwa objek penelitian dilihat sebagai suatu kenyataan hidup yang dinamis. Sehingga dengan penelitian ini data yang diperoleh tidak berupa angka-angka, tetapi lebih banyak deskripsi, ungkapan, atau makna-makna tertentu yang ingin disampaikan.
Dalam pendekatan ini penulis menggunakan penelitian deskriptif. Deskriptif dimaksud untuk mendeskripsikan suatu situasi. Pendekatan ini pula artinya suatu pendekatan untuk menjelaskan atau menguraikan suatu fenomena atau karakter individu, situasi/kondisi atau kelompok sosial secara akurat.

      B.     Populasi dan Sampel
Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok pengajian yang sering melakukan kegiatan menulis Arab Pegon, kelompok pengajian ini diikuti masyarakat setempat juga sebagian mahasiswa yang kuliah di jurusan Bahasa Arab

      C.     Metode Pengumpulan Data
Data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Yaitu data yang didapat langsung dari lapangan. Dalam penelitian ini data primer didapat dengan cara participan observation karena penulis terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian dan karena penulis sendiri merupakan anggota pengajian tersebut juga dengan wawancara (interview) terhadap mahasiswa Bahasa Arab yang lain yang mengikuti pengajian tersebut.
1.      Metode Interview
Interview adalah wawancara atau dialog yang dilakukan oleh peneliti dan subjek penelitian yang bersifat dua arah, adapun pertanyaan telah terlebih dahulu disistematisasi sesuai dengan tema penelitian, pertanyaan secara fleksibel dapat berubah sesuai dengan arah pembicaraan agar tidak menimbulkan kecanggungan subjek kajian.
2.      Metode observasi
Observasi adalah teknik penelitian dengan melakukan pengamatan subjek kajian secara langsung turun kelapangan, untuk mengkaji subjek kajian dengan menelaah perilaku dan interaksi subjek kajian secara spontan dan alamiah. Teknik ini menggunakan verstehen (pemahaman) secara mendalam terhadap subjek kajian, melalui inilah peneliti berusaha menjelaskan realitas dengan berusaha memperkecil atau bahkan menghilangkan subjektifitas peneliti.

      D.    Instrumen Penelitian
Panduan pertanyaan (terlampir)

      E.     Analisis Data
Analisis yang penulis pergunakan di dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif atau penggambaran karena data yang penulis kumpulkan untuk mengkaji atau mengalisis data yang sifatnya kualitatif. Dimana hasil tersebut merupakan hasil dari interview atau wawancara secara langsung terhadap objek penelitian yang dilakukakan secara sistematis.




BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sistem pelaksanaan kegiatan menulis Arab Pegon di pengajian Mesjid Nurus Syukri dan kegiatan tersebut sebagai penunjang kemahiran menulis teks Bahasa Arab, adapun hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1.             Sistem pelaksanaan kegiatan menulis Arab Pegon di pengajian Mesjid Nurus Syukri
Pengajian yang dilakukan di Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung, Bandung dilaksanakan setiap hari selain malam jum’at setelah sholat isya dan shubuh, durasi pengajian dilakukan sekitar 2 jam yang dipimpin oleh Kiai Dede yang cukup mumpuni dalam pengkajian kitab-kitab kuning, termasuk dalam pemahaman tulisan Arab Pegon, karena ia sudah terbiasa di pesantren menulis dengan Arab Pegon yang lamanya sekitar belasan tahun sehingga ilmu tersebut dapat diajarkan dan dapat dipahami mahasiswa dan bapak-bapak anggota pengajian tersebut.
Sistem kegiatan menulis Arab Pegon di pengajian Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung, Bandung sama persis seperti yang dilakukan di pesantren-pesantren salaf, yakni melalui dua cara, yaitu:
a.       Kiai menulis Arab Pegon berupa sya’ir, catatan penting ataupun yang lainnya di papan tulis, lalu santri menulisnya di buku masing-masing
b.      Kiai mendikte Arab Pegon berupa sya’ir, catatan penting ataupun yang lainnya, lalu santri menulisnya di buku masing-masing

2.             Hasil penelitian mengenai kegiatan menulis Arab Pegon sebagai penunjang kemahiran menulis teks Bahasa Arab
Dalam hal ini Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui kegiatan menulis Arab Pegon sebagai penunjang kemahiran menulis teks Bahasa Arab melalui observasi dan wawancara langsung kepada beberapa Mahasiswa Bahasa Arab yang mengikuti kegiatan tersebut di pengajian Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung. Berikut Penulis sertakan rencana penelitian, isi dan hasil wawancara secara umum:
a.       Perencanaan
1.      Melakukan participan observation pada pengajian tersebut -terlebih Penulis sendiri merupakan anggota pengajian tersebut- dan mengamati kegiatannya
2.      Membuat instrumen penelitian dengan menulis beberapa pertanyaan pada lembar wawancara
3.      Melakukan wawancara terhadap Mahasiswa Bahasa Arab yang mengikuti kegiatan tersebut
4.      Menuliskan hasil wawancara tersebut, bagi setiap jawaban satu orang ditulis pada satu lembar wawancara

b.      Isi pertanyaan wawancara
1.        Apakan setiap akan mengajar Kiai mempersiapkan diri dalam penguasaan materinya?
2.        Bagaimana metode dan yang dilakukan Kiai pada pengajarannya?
3.        Apakah ada strategi yang dilakukan Kiai pada pengajarannya?
4.        Apakah Kiai membantu muridnya yang kesulitan dalam belajar?
5.        Apa saja media yang digunakan kiai dalam pengajarannya?
6.        Menurut anda apakah kegiatan ini membantu anda pada kemahiran menulis teks Bahasa Arab?
7.        Apakah anda terbantu ketika anda sedang belajar di dalam kelas?
8.        Sebutkan beberapa bukti/hasil anda terbantu dengan adanya kegiatan ini?

c.       Hasil wawancara
1.        Kiai sering terlihat membaca-baca kitabnya sebelum pengajian
2.        Metode bandungan dan metode ceramah
3.        Strategi mushahabah (pertemanan) karena murid-muridnya pun kebanyakan sudah dewasa, sehingga tidak ada rasa canggung, baik ketika ada pertanyaan atau keluhan
4.        Kiai membantu muridnya yang kesulitan belajar melalui tanya jawab dan diskusi
5.        Media yang digunakan  berupa buku/kitab dan papan tulis
6.        Cukup membantu, karena terulang-ulangnya tulisan yang sama sehingga teringat dan terbiasa
7.        Cukup terbantu
8.        Seiring bergantinya hari, minggu dan bulan pengetahuan penulisan teks bahasa arab bertambah, atau kalau tidak minimalnya teringat kembali apa yang sudah diketahui atau dipelajari. Bukti nilai ujian pada materi terkait di kelas lebih besar dibanding sebelumnya, meskipun bertambah sedikit





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

      A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilaksanakan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Kegiatan menulis Arab Pegon merupakan pembelajaran yang ada di luar kelas (pesantren) yang dilaksanakan dengan metode dan strategi ala pesantren
2.      Kegiatan menulis Arab Pegon cukup membantu mahasiswa dalam kemampuan menulis teks bahasa Arab
3.      Kegiatan menulis Arab Pegon cukup membantu mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya di perkuliahan

      B.     Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh di atas maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:
1.      Di sebagian kesempatan ketika kegiatan pengajian sedang berlangsung, kiai menanyakan materi yang dapat menunjang kemahiran santri yang sekaligus sebagai mahasiswa agar mahir di perkuliahan.
2.      Dosen mendorong mahasiswanya agar selalu mencari ilmu dan wawasan yang terkait dengan kebahasa arab-an di luar kelas –kalau bisa menunjukkannya- mengingat terbatasnya waktu di dalam kelas
3.      Baiknya ada integrasi antara kiai dan dosen agar tujuan pembelajaran dapat diperoleh secara maksimal.



LAMPIRAN WAWANCARA



Nama               : ............................................................................
Fak/Jurusan     : ............................................................................
Semester          : ............................................................................


Isi Pertanyaan
1.
Apakan setiap akan mengajar Kiai mempersiapkan diri dalam penguasaan materinya?
2.
Bagaimana metode dan yang dilakukan Kiai pada pengajarannya?
3.
Apakah ada strategi yang dilakukan Kiai pada pengajarannya?
4.
Apakah Kiai membantu muridnya yang kesulitan dalam belajar?
5.
Apa saja media yang digunakan kiai dalam pengajarannya?
6.
Menurut anda apakah kegiatan ini membantu anda pada kemahiran menulis teks Bahasa Arab?
7.
Apakah anda terbantu ketika anda sedang belajar di dalam kelas?
8.
Sebutkan beberapa bukti/hasil anda terbantu dengan adanya kegiatan ini?

Hasil Wawancara
1.

........................................................................................................
2.

........................................................................................................
3.

........................................................................................................
4.

........................................................................................................
5.

........................................................................................................
6.

........................................................................................................
7.

........................................................................................................
8.

........................................................................................................



DAFTAR PUSTAKA

Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: Rosda Karya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Pegon
http://mass-huda.blogspot.co.id/2014/04/cara-menulis-arab-pegon-dan-asalnya.html
http://megainfo92.blogspot.co.id/2014/01/metode-pembelajaran-kitabah-bahasa-arab.html


0 Response to "Contoh Mini Riset Kegiatan Menulis Arab Pegon Sebagai Penunjang Kemahiran Menulis Teks Bahasa Arab"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel