Contoh Mini Riset Kegiatan Logat Kitab Sebagai Sarana Memahami Gramatika Pada Teks Berbahasa Arab



Kegiatan Logat Kitab Sebagai Sarana Memahami Gramatika Pada Teks Berbahasa Arab


DAFTAR ISI

BAB I      PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
B.       Rumusan Masalah
C.       Tujuan dan Kegunaan Penelitian
BAB II     LANDASAN TEORI
A.       Logat Kitab
B.       Keterampilan Membaca
C.       Urgensi Gramatika Bahasa Arab
BAB III   METODE PENELITIAN
A.       Pendekatan Penelitian
B.       Populasi dan Sampel
C.       Metode Pengumpulan Data
D.       Instrumen Penelitian
E.        Analisis Data
BAB IV   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.       Sistem Pelaksanaan Kegiatan Logat Kitab di Pengajian Mesjid Nurus Syukri
B.       Hasil Penelitian Mengenai Kegiatan Logat Kitab Sebagai Penunjang Pemahaman Gramatika pada Teks Berbahasa Arab
BAB V    KESIMPULAN DAN SARAN
A.       Kesimpulan
B.       Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


Baca juga karya ilmiah lainnya:


BAB I
PENDAHULUAN

      A.    Latar Belakang
Bahasa Arab sebagai bahasa Agama dan bahasa asing, Bahasa Arab sebagai bahasa Agama karena Bahasa Arab sangat terkait dan tidak bisa dipisahkan dari Agama itu sendiri, sebagai ciri yang paling dasar adalah pegangan umat Islam yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits ditulis dengan Bahasa Arab. Bahasa Arab sebagai bahasa asing karena Bahasa Arab sebagai alat komunikasi yang harus dipelajari seperti bahasa-bahasa asing lainnya. kedua corak pemikiran tersebut sangat mempengaruhi konsep pendidikan terlebih dalam pembelajaran sesuai dengan pemahaman terhadap Bahasa Arab itu sendiri. Ada yang memahami Bahasa Arab hanya sebagai media untuk memahami agama (Al-qur’an, Al-Hadits, Kitab-Kitab Syar’i dan sebagainya) yang mengahasilkan metode-metode pembelajaran Bahasa Arab yang difokuskan pada pemahaman gramatikal dan teks, ini terjadi kebanyakan di lembaga-lembaga non formal seperti pesantren, terlebih pesantren salaf, ada yang memahami Bahasa Arab sebagai alat komunikasi baik karena Bahasa Arab masuk pada salah satu Bahasa Dunia atau karena ranah pekerjaan yang terkait dengan Bahasa Arab itu sendiri yang akhirnya menghasilkan metode-metode pembelajaran Bahasa Arab lebih fokus pada praktek-praktek komunikasi (Muhadatsah) ini terjadi kebanyakan di lembaga-lembaga formal seperti sekolah, universitas dan sebagainya.
Meski pemahaman gramatikal dan teks berbahasa Arab lebih banyak dilakukan di lembaga-lembaga non formal tetapi lembaga formal seperti di perkuliahan jurusan Bahasa Arab tetap melakukan pemahaman gramatikal dan teks berbahasa Arab tersebut karena tidak dipungkiri bahwa tujuan pembelajaran Bahasa Arab berorientasi pada empat kemahiran termasuk membaca (Maharah Al-Qira’ah) yang di dalamnya terdapat kecakapan terhadap gramatika dan teks, sejatinya mahasiswa jurusan Bahasa Arab mahir memahami gramatika pada teks berbahasa Arab sehingga minimalnya tidak salah dalam menentukan huruf akhir apakah rofa’, nashab, hofad, jazm dan sebagainya yang menjadi salah satu tujuan ilmu gramatika, namun saya melihat hampir di setiap kelas hanya setengahnya yang mahir memahami gramatika pada teks berbahasa Arab dan mahasiswa yang mahir tersebut yang saya lihat merupakan lulusan pondok pesantren yang didalamnya sering mengadakan logat kitab kuning.
Hal inilah yang menarik penulis untuk melakukan penelitian kecil tentang Me-Logat Kitab Sebagai Sarana Memahami Gramatika Pada Teks Berbahasa Arab yang dilakukan di pengajian Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung, Bandung.

      B.     Rumusan Masalah
Mengingat keterbatasan kemampuan dan waktu yang dimiliki oleh peneliti, maka mini riset ini akan difokuskan pada kegiatan logat kitab sebagai penunjang memahami gramatika pada teks berbahasa Arab, dari pembatasan masalah tersebut dapat dirumuskan beberapa permasalahan, diantaranya:
1.      Bagaimana sistem pelaksanaan kegiatan logat kitab di pengajian Mesjid Nurus Syukri?
2.      Bagaimana efektifitas kegiatan logat kitab di pengajian Mesjid Nurus Syukri?

      C.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
a.       Mengetahui sistem pelaksanaan kegiatan logat kitab di pengajian Mesjid Nurus Syukri
b.      Mengetahui efektifitas kegiatan logat kitab di pengajian Mesjid Nurus Syukri
2.      Kegunaan Penelitian
a.       Untuk Kiai
1.      Kiai mengetahui bahwa kegiatan logat kitab secara tidak sadar sedang membantu mempersiapkan santrinya yang sebagai mahasiswa di perkuliahan
2.      Meningkatkan pola pembelajaran agar santri selain bisa faham agama juga berprestasi di perkuliahan
b.      Untuk Dosen Bahasa Arab
1.      Dosen Bahasa Arab mengetahui ada hal-hal penunjang di luar kelas terhadap mahirnya memahami gramatika Bahasa Arab
2.      Dosen Bahasa Arab mengarahkan mahasiswanya untuk mencari tambahan pengetahuan dan wawasan di luar kelas guna membantu mengasah kecakapan berbahasanya
c.       Untuk Penulis
1.      Memenuhi tugas Dosen
2.      Menambah wawasan dalam mengerjakan mini riset ini
3.      Menjadi pengalaman untuk observasi selanjutnya




BAB II
LANDASAN TEORI

      A.    Logat Kitab
Melogat kitab adalah kegiatan memberi makna pada kitab dengan cara khas pemaknaan ala pesantren, baik menggunakan bahasa Jawa, Sunda, Banjar, Madura dan lain sebagainya.
Kegiatan logat kitab umumnya dilakukan di pesantren khususnya pesantren salaf, dalam kegiatannya para santri menuliskan simbol-simbol yang menunjukkan makna tertentu guna mengetahui kedudukan, shigot, dan makna yang terkandung dalam kalimat atau kata dalam sudut pandang ilmu nahwu. Simbol-simbol itu sebagai sebuah ringkasan dalam proses mengartikan kitab.
Berikut adalah simbol-simbol umum yang sering digunakan di berbagai pesantren salaf:

Huruf م : utawi/ bermula (kedudukannya mubtada’)
Huruf
خ : iku/ itu (kedudukannya khobar)
Huruf
ج : mongko/ maka (kedudukannya jawab)
Huruf
حا : hale/tingkahe/ halnya (kedudukannya hal)
Huruf
ع : kerono/ karena (kedudukannya ta’lil)
Huruf
غ : senajan/ walaupun (kedudukannya ghoyah)
Huruf
فا : sopo/ siapa (kedudukannya fail aqil)
Huruf
ف : opo/ apa (kedudukannya fail ghoiru aqil)
Huruf
مف : ing/ pada (kedudukannya maful bih)
Huruf
نف : sopo/opo/ siapa/apa (kedudukannya naibul fail)
Huruf
ش : kelakuan/ kelakuan (kedudukannya Sya’n)
Huruf
مط : kelawan/ dengan (kedudukannya maful mutlak)
Huruf
تم : apane/ apanya (kedudukannya tamyiz)
Huruf
ظ : ingdalem/ pada (kedudukannya zhorof)
Huruf
نف : ora/ tidak (kedudukannya nafiyah)
Huruf
س : jalaran/ karena (kedudukannya sababiah)
Huruf
ص : kang/sing/ yang (kedudukannya shifat)
Huruf
با : bayane (artinya kondisinya (kedudukannya bayan)

Simbol-simbol diatas sangat membantu dalam kegiatan logat kitab, selain ungkapan Kiai yang bisa diringkas dalam bentuk simbol pada kitab juga nantinya akan terbiasa dan fasih membaca teks berbahasa Arab tanpa simbol.
Dengan terus berulang-ulangnya kegiatan tersebut mahasiswa walaupun tidak tahu makna kata akan dengan mudah menentukan kedudukan/shigat kalimat Bahasa Arab dan dapat menentukan ujung kata Bahasa Arab yang merupakan objek kajian Ilmu Nahwu baik di luar pengajian atau di dalam kampus yang notabene tidak ada logat tetapi langsung terjemah ke Bahasa Ibu.

      B.     Keterampilan Membaca
Keterampilan membaca atau Maharah Al-Qira’ah yaitu kemampuan mengenali dan memahami terhadap isi tulisan yang tertulis atau disebut lambang-lambang tertulis, kemampuan mengenali dan memahaminya tersebut dengan cara melafalkan atau mencernanya di dalam hati. Membaca hakikatnya adalah proses komunikasi antara pembaca dengan penulis melalui teks yang ditulisnya, maka secara langsung didalamnya ada hubungan kognitif antara bahasa lisan dengan bahasa tulis.

Membaca merupakan kemahiran yang mecakup dua hal, yaitu:
1.      Kemampuan mengenal simbol-simbol tertulis
Kemampuan mengenal simbol-simbol tertulis meliputi: penguasaan huruf arab yang terbagi menjadi huruf asy-yamsiah dan al-Qamariyah dengan tanda-tanda bacaannya, seperti: dlommah, kasroh, fathah, tanwin, syiddah, dan sukun. Tanda-tanda mad (vocal panjang), harokat berdiri, hamzah washol, hamzah khotho’, waqof dan washol.
2.      Kemampuan memahami isi bacaan
Untuk mencapai kemampuan memahami isi bacaan, dosen harus membekali mahasiswa dengan perbendaharaan yang cukup, termasuk perbendaharaan Bahasa  Indonesia dengan persamaan dan lawan katanya, imbuhan baik awalan (perfik), sisipan (infik), dan akhiran (sufik), mufrodat yang berkaitan dengan teks yang akan dipelajari juga pemahaman gramatika sebagai penopang dan penguat dalam memahami teks berbahasa Arab. Setelah mahasiswa mengenal bentuk huruf dan simbol-simbol tertulis, mufrodat dan gramatika maka problem mahasiswa dalam membaca teks berbahasa Arab berkurang.

      C.     Urgensi Gramatika Bahasa Arab
Keterampilan membaca teks berbahasa Arab erat kaitannya dengan pemahaman gramatika Bahasa Arab, bahasa arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain utamanya dalam hal i’rab, tanpa mengetahui gramatika bahasa arab pembaca akan mengalami kesalahan bahkan sering terkecoh baik dalam memberikan i’rob, menerjemahkan atau menafsirkan baik itu Al-Qur’an Al-Hadits atau teks-teks berbahasa Arab lain. Sebagai contoh pada kalimat إنما يخشى الله من عباده العلماء pada kalimat ini akan terjadi tiga kemungkinan bacaan:
1.     إنما يخشى الله ُمن عباده العلماءَ
2.     إنما يخشى الله ُمن عباده العلماءِ
3.     إنما يخشى الله َمن عباده العلماءُ
Pada bacaan pertama, lafaz الله berposisi sebagai فاعل (subjek), maka hukumnya مرفوع بالضمة , sementara lafaz العلماء berposisi sebagai مفعول به , maka hukumnya منصوب بالفته . Sehingga arti dari bacaan tersebut adalah “Sesungguhnya Allah hanya takut kepada ulama dari hamba-hamba-Nya”.
Pada bacaan kedua, lafaz الله seperti semula, sementara العلماء  berposisi sebagai sifat, maka hukumnya مجرور بالكسرة . sehingga arti dari bacaan tersebut adalah “Sesungguhnya Allah hanya takut kepada sebahagian hamba-hamba-Nya yang ulama”.
Pada bacaan ketiga, lafaz الله berposisi sebagai مفعول به maka hukumnya منصوب بالفتحة , sementara العلماء berposisi sebagai فاعل مؤخر , maka hukumnya مرفوع بالضمة , sehingga arti dari bacaan tersebut adalah “Sesungguhnya hanya ulamalah dari hamba-hamba Allah yang takut/bertakwa kepada-Nya”.
Dari ketiga bacaan tersebut, dua yang pertama (bacaan satu dan dua) adalah bacaan yang keliru, hanya bacaan pertamalah yang benar dan lebih selamat.
Dari contoh yang sederhana ini, dapat memberi gambaran kepada kita betapa urgennya gramatika Bahasa Arab dalam menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab.





BAB III
METODE PENELITIAN

      A.    Pendekatan Penelitian
Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif yang dimaksud penulis ialah pendekatan yang berupaya menangkap realita sosial secara menyeluruh, utuh dan tuntas sebagai suatu kesatuan realitas. Menurut pendekatan kualitatif ini bahwa objek suatu penelitian dilihat sebagai realitas hidup yang dinamis.
Sehingga dengan penelitian ini data yang diperoleh tidak berupa angka-angka, tetapi lebih banyak deskripsi, ungkapan, atau makna-makna tertentu yang ingin disampaikan.
Dalam pendekatan ini penulis menggunakan penelitian deskriptif. Deskriptif dimaksud untuk mendeskripsikan suatu situasi. Pendekatan ini pula berarti untuk menjelaskan suatu fenomena atau karakter individu, situasi atau kelompok sosial secara akurat.

      B.     Populasi dan Sampel
Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok pengajian kitab kuning dengan cara me-logat, kelompok pengajian ini diikuti masyarakat setempat juga sebagian mahasiswa yang kuliah di jurusan Bahasa Arab.

      C.     Metode Pengumpulan Data
Data yang Penulis gunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Yaitu data yang didapat langsung dari lapangan. Dalam penelitian ini data primer didapat dengan cara participan observation karena Penulis terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian dan karena Penulis sendiri merupakan anggota pengajian tersebut juga dengan wawancara (interview) terhadap mahasiswa Bahasa Arab yang lain yang mengikuti pengajian tersebut.
1.      Metode Interview
Interview adalah wawancara atau dialog yang dilakukan oleh Peneliti dan subjek penelitian yang bersifat dua arah, adapun pertanyaan telah terlebih dahulu disistematisasi sesuai dengan tema penelitian, pertanyaan secara fleksibel dapat berubah sesuai dengan arah pembicaraan agar tidak menimbulkan kecanggungan subjek kajian.
2.      Metode observasi
Observasi adalah teknik penelitian dengan melakukan pengamatan subjek kajian secara langsung turun kelapangan, untuk mengkaji subjek kajian dengan menelaah perilaku dan interaksi subjek kajian secara spontan dan alamiah. Teknik ini menggunakan verstehen (pemahaman) secara mendalam terhadap subjek kajian, melalui inilah peneliti berusaha menjelaskan realitas dengan berusaha memperkecil atau bahkan menghilangkan subjektifitas peneliti.
  
      D.    Instrumen Penelitian
Panduan pertanyaan (terlampir)

E.     Analisis Data
Analisis yang penulis pergunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif atau penggambaran, karena data yang penulis kumpulkan dimaksudkan untuk mengkaji data yang bersifat kualitatif. Dimana hasil tersebut merupakan hasil dari interview atau wawancara secara langsung terhadap objek penelitian yang dilakukakan secara sistematis.




BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sistem pelaksanaan kegiatan logat kitab di pengajian Mesjid Nurus Syukri dan kegiatan tersebut sebagai penunjang pemahaman gramatika pada teks berbahasa Arab, adapun hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1.             Sistem pelaksanaan kegiatan logat kitab di pengajian Mesjid Nurus Syukri
Pengajian yang dilakukan di Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung, Bandung dilaksanakan setiap hari selain malam jum’at setelah sholat isya dan shubuh, durasi pengajian dilakukan sekitar 2 jam yang dipimpin oleh Kiai Dede yang cukup mumpuni dalam pengkajian kitab-kitab kuning, termasuk dalam gramatika dan penjelasannya, terbukti dari pembacaan teks-teks berbahasa arab yang detail baik dari segi makna ataupun gramatika juga penjelasan-penjelasan yang dapat dipahami mahasiswa dan bapak-bapak anggota pengajian tersebut.
Sistem kegiatan logat kitab di pengajian Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung, Bandung ini sama persis seperti di pengajian-pengajian yang dilakukan di pesantren-pesantren salaf, yaitu berupa bandungan, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
a.       Kiai membacakan teks berbahasa Arab yang akan diajarkan secara keseluruhan dan santri hanya mendengarkan dan melihat teks yang dibacakan pada kitab masing-masing
b.      Kiai membacakan makna perkata beserta shigat/kedudukan kata tersebut lalu santri menuliskan makna serta shigat/kedudukan kata yang dibacakan kiai pada kitab masing-masing melalui simbol-simbol (melogat). Hal ini terus dilakukan kata demi kata sampai selesai
c.       Terkadang Kiai menyuruh membaca pada salah-satu santri apa yang telah dilogat tadi
d.      Kiai menjelaskan perihal apa yang dilogat tadi secara keseluruhan.

2.             Hasil penelitian mengenai kegiatan logat kitab sebagai penunjang pemahaman gramatika pada teks berbahasa Arab
Dalam hal ini Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui kegiatan Logat Kitab sebagai penunjang pemahaman gramatika pada teks berbahasa Arab melalui observasi dan wawancara langsung kepada beberapa Mahasiswa Bahasa Arab yang mengikuti kegiatan tersebut di pengajian Mesjid Nurus Syukri, Ujung Berung. Berikut Penulis sertakan rencana penelitian, isi dan hasil wawancara secara umum:
  a.       Perencanaan
1.      Melakukan participan observation pada pengajian tersebut -terlebih Penulis sendiri merupakan anggota pengajian tersebut- dan mengamati kegiatannya
2.      Membuat instrumen penelitian dengan menulis beberapa pertanyaan pada lembar wawancara
3.      Melakukan wawancara terhadap Mahasiswa Bahasa Arab yang mengikuti pengajian tersebut
4.      Menuliskan hasil wawancara tersebut, bagi setiap jawaban satu orang ditulis pada satu lembar wawancara

b.      Isi pertanyaan wawancara
1.        Apakan setiap akan mengajar Kiai mempersiapkan diri dalam penguasaan materinya?
2.        Bagaimana metode dan yang dilakukan Kiai pada pengajarannya?
3.        Apakah ada strategi yang dilakukan Kiai pada pengajarannya?
4.        Apakah Kiai membantu muridnya yang kesulitan dalam belajar?
5.        Apa saja media yang digunakan kiai dalam pengajarannya?
6.        Menurut anda apakah kegiatan pengajian ini membantu anda pada pemahaman gramatika Bahasa Arab?
7.        Apakah anda terbantu ketika anda sedang belajar di dalam kelas?
8.        Sebutkan beberapa bukti/hasil anda terbantu dengan adanya kegiatan pengajian ini?

c.       Hasil wawancara
1.        Kiai sering terlihat membaca-baca kitabnya sebelum pengajian
2.        Metode bandungan dan metode ceramah
3.        Strategi mushahabah (pertemanan) karena murid-muridnya pun kebanyakan sudah dewasa, sehingga tidak ada rasa canggung, baik ketika ada pertanyaan atau keluhan
4.        Kiai membantu muridnya yang kesulitan belajar melalui tanya jawab dan diskusi
5.        Media yang digunakan  hanya berupa buku/kitab
6.        Cukup membantu, karena terulang-ulangnya logatan yang sama sehingga teringat dan terbiasa
7.        Cukup terbantu
8.        Seiring bergantinya hari, minggu dan bulan pengetahuan gramatika bahasa arab bertambah, atau kalau tidak minimalnya teringat kembali apa yang sudah diketahui atau dipelajari. Bukti nilai ujian pada materi terkait di kelas lebih besar dibanding sebelumnya, meskipun bertambah sedikit





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

      A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilaksanakan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Kegiatan Logat Kitab merupakan pembelajaran yang ada di luar kelas (pesantren) yang dilaksanakan dengan metode dan strategi ala pesantren
2.      Kegiatan Logat Kitab cukup membantu mahasiswa dalam memahami gramatika pada teks berbahasa Arab
3.      Kegiatan logat Kitab cukup membantu mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya di perkuliahan

      B.     Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh di atas maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:
1.      Di sebagian kesempatan ketika kegiatan pengajian sedang berlangsung, kiai menanyakan materi yang dapat menunjang kemahiran santri yang sekaligus sebagai mahasiswa agar mahir di perkuliahan.
2.      Dosen mendorong mahasiswanya agar selalu mencari ilmu dan wawasan yang terkait dengan kebahasa arab-an di luar kelas –kalau bisa menunjukkannya- mengingat terbatasnya waktu di dalam kelas
3.      Baiknya ada integrasi antara kiai dan dosen agar tujuan pembelajaran dapat diperoleh secara maksimal.




LAMPIRAN WAWANCARA



Nama               : ............................................................................
Fak/Jurusan     : ............................................................................
Semester          : ............................................................................


Isi Pertanyaan
1.
Apakan setiap akan mengajar Kiai mempersiapkan diri dalam penguasaan materinya?
2.
Bagaimana metode dan yang dilakukan Kiai pada pengajarannya?
3.
Apakah ada strategi yang dilakukan Kiai pada pengajarannya?
4.
Apakah Kiai membantu muridnya yang kesulitan dalam belajar?
5.
Apa saja media yang digunakan kiai dalam pengajarannya?
6.
Menurut anda apakah kegiatan pengajian ini membantu anda pada pemahaman gramatika Bahasa Arab?
7.
Apakah anda terbantu ketika anda sedang belajar di dalam kelas?
8.
Sebutkan beberapa bukti/hasil anda terbantu dengan adanya kegiatan pengajian ini?

Hasil Wawancara
1.

........................................................................................................
2.

........................................................................................................
3.

........................................................................................................
4.

........................................................................................................
5.

........................................................................................................
6.

........................................................................................................
7.

........................................................................................................
8.

........................................................................................................


DAFTAR PUSTAKA

Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: Rosda Karya.

0 Response to "Contoh Mini Riset Kegiatan Logat Kitab Sebagai Sarana Memahami Gramatika Pada Teks Berbahasa Arab"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel