Kata-Kata Mutiara dari Film



Salam hangat para pecinta kata-kata sastra yang indah, seperti telah diketahui bahwa salah satu kekuatan dari film adalah skripnya atau kata-kata yang akan dimuat dalam suatu film, sebuah skrip akan menentukan berkualitas-tidaknya suatu film. Karena itu Admin kali ini akan merangkum kata-kata yang sastrawi dari film-film yang pernah Admin tonton, kata-kata ini bisa dipakai pola dalam menulis sebuah sajak, puisi ataupun hanya sekedar dibaca dan dinikmati, karena bahasanya yang bagus, penuh kiasan dan merangsang logika.

Tulisan ini pula insyaallah akan admin selalu update bila mendapatkan inspirasi lagi.

Mari kita simak saja langsung bentukannya.

1. Dikutip dari film Amadeus
Kata Salieri:
Yang aku inginkan hanyalah bernyanyi untuk Tuhan
Dia memberiku kerinduan itu
Dan kemudian membuatku bisu, mengapa?
Jika Dia tidak ingin aku memuji-Nya dengan musik
Mengapa Dia menanam hasrat itu?
Seperti sebuah nafsu di dalam tubuhku?
Kemudian tidak memberikan bakat itu kepadaku?

Tuhanmu yang Maha Pengampun
Dia menghancurkan orang yang Dia sayangi, daripada membiarkan orang dengan kualitas biasa
Berbagi dalam bagian terkecil dari kemuliaann-Nya
Dia membunuh Mozart (ahli musik dengan talenta luar biasa)
Dan membiarkan aku (Salieri (pemusik tapi tidak diberikan talenta seperti Mozart)) tetap hidup untuk disiksa
Siksaan selama 32 tahun
32 tahun, perlahan-lahan
Melihat diriku menjadi punah
Musikku (Salieri) semakin redup, semakin meredup
Sampai tak ada yang memainkannya sama sekali
Dan musiknya (Mozart) diingat orang-orang sepanjang masa

Kadang talenta tidak sesuai dengan wajah
Tuhan memilih siapapun yang Ia kehendaki
Dalam perkataan cak nun ada seseorang yang begitu luar biasa menceritakan pujian terhadap Nabi, tapi sebelum bercerita dia harus minum terlebih dahulu.


2.  Dikutip dari film City of God
“Media mulai tertarik, Polisi harus campur tangan”
(tadinya polisi tidak ikut campur tangan karena takut, karena ada media, polisi harus campur tangan agar citra baik polisi tetap terjaga/tidak luntur)


3. Dikutip dari film Copying Beethoven (2006)
Kata Martin Pacar Anna: Anda tidak berhak! siapa yang memberimu hak mengkritik?

Beethoven menjawab: ku sampaikan siapa yang memberiku hak. kau membangun jembatan untuk menghubungkan pulau, tapi aku membangun untuk menghubungkan jiwa seseorang, Tuhan memberiku hak, Tuhan bisa berbisik pada orang lain, tapi padaku, Dia berteriak! itulah mengapa aku tuli
Tuan, saat kau menjadi buta, maka kau juga akan memiliki hak, bukan untuk dihakimi, tapi menghakimi.

0 Response to "Kata-Kata Mutiara dari Film"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel