TEKNIK DISKUSI BAGI MAHASISWA

TEKNIK DISKUSI BAGI MAHASISWA

You know that? Buku yang satu, tulisan yang satu, bisa ditafsirkan berbeda-beda, bisa dijelaskan berbeda-beda. Ada seseorang yang menjelaskan dengan ringan, runtut, ngalir, sebagaimana mengalirnya cara kerja jalan pikiran manusia, fokus dan langsung mengena pada topik. Ada juga seseorang yang menjelaskan dengan acak, pondah-pindah dengan kontras, dan cepat meletihkan pikiran pendengar. Bagi saya, itu menandakan bahwa kecerdasan tiap orang itu ada bawaan dari lahir yang bervariatif, layaknya smartphone yang dibekali prosesor yang berbeda-beda oleh si pembuatnya, sekeras apapun bekerja, tidak akan mampu melewati batas kemampuan yang telah ditetapkan.

Dalam dunia bahasa, ada istilah yang dikenal dengan LAD (Language Aquisition Device), yang mana tiap orang sudah dibekali piranti berbahasa sejak lahir oleh Tuhan, mungkin saja piranti itu kodrati, tidak sama. Tapi seseorang bisa memaksimalkannya di proses kehidupan sekarang.

Mengenai berbicara yang baikpun, bagi mahasiswa sendiri tidak terlepas dari dua cara pandang yang tadi, satu sisi memang kecerdasan itu bisa ada bawaan sejak lahir (gen), sisi lain, kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan tersebut, dengan cara dilatih, karena memang benar, apapun yang seseorang bisa atau mahir itu diawali dari biasa.

Bagi mahasiswa sudah lumrah dalam perkuliahan dengan yang namanya teknik diskusi, yang mana sebagian mahasiswa menjadi pemakalah yang harus mempresentasikan makalahnya tersebut, sedang sebagian lagi menjadi audiens, dan hampir memang tiap mata kuliah menerapkan teknik ini, karena dianggap bisa meringankan beban dosen, disamping ada hal baik yang bisa kita ambil sebagai mahasiswa, yaitu sebagai arena latihan berbicara untuk masa depan dan sebagai ajang unjuk diri. Untuk itu masalah makalah dan presentasi ini penting untuk diseriusi (karena memang apapun objek yang ada dalam kehidupan tergantung cara pandang seseorang dan bagaimana cara menikmatinya).

Ada satu masukan menganai cara menseriusi kuliah, terlebih makalah dan presentasi, yaitu saya namakan Konsep Presentasi, (lumrah dalam presentasi itu ada istilah giliran) konsep tersebut secara sederhana adalah, “Tempatkan kita dari yang tadinya audiens menjadi pemakalah, dan tempatkan kita dari yang tadinya pemakalah sebagai dosen”. Dengan demikian beban kita akan bertambah berat, dan itu yang harus dirasakan, orang-orang yang ahli tidak akan lahir dari guru yang tidak menekan dan rahim leha-leha, nelayan yang handal tidak lahir dari lautan yang hening.

Ada juga teknik-teknik diskusi yang saya ambil dari pengalaman sendiri dan melihat kejadian nyata yang perlu saya ambil, yang mana hal tersebut penting diperhatikan untuk mencapai titik maksimal, diantaranya:
1.    Membaca keseluruhan topik yang berkaitan dengan makalah, sehingga kita akan tahu gambaran keseluruhan topik yang akan dibahas, juga bisa mementukan bahasan apa yang seharusnya dibahas dan membatasi topik
2.       Buatkan bagan, hanya dengan bagan saja pikiran seseorang akan lebih tersistematis
3.       Buat pendahuluan, jangan remehkan ini, pendahuluan adalah bukti tersistematisnya pemahaman kita yang dituang kesana, juga lebih penting lagi, pendahuluan akan menjadi pengantar bagi cara kerja pikiran seseorang.
4.   Tulis makalah dari berbagai referensi, tentu tulisan makalah tersebut sudah kita kuasai
5.     Perhatikan nada dan simbol tulisan dalam tulisan, dalam berbicarapun titik koma dalam tulisan itu harus dibawa, dalam artian itu adalah intonasi yang akan sejalan dengan penangkapan audiens terhadap materi, semakin benar dan baik nadanya, semakin mudah opik itu ditangkap audiens. Perkatikan pula dimana kita harus tegas, santai, istirahat sejenak dsb., ini berkaitan dengan rasa kita pada audiens, jangan tergesa-gesa dan jangan terlalu santai, datar, lemah.

Ingat, pembicaraan yang baik, bisa menarik-narik kecemasan pendengar, kecemasan dari tidak mendengarkan. Merangsang pikiran, hingga menimbulkan pertanyaan yang panjang.

Bagi mahasiswa, berbicara yang baik akan seperti menantang bagi dosen, dosen yang tadinya berleha-leha dan menganggap pengetahuan mahasiswa ada dibawahnya ditantang untuk lebih giat.


Baca juga:

0 Response to "TEKNIK DISKUSI BAGI MAHASISWA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel