WILAYAH KAJIAN PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB




WILAYAH KAJIAN PENELITIAN
PENDIDIKAN BAHASA ARAB

Berbicara mengenai wilayah kajian penelitian berarti berbicara mengenai cakupan dan apa saja yang bisa dijadikan objek penelitian. Sebenarnya, apapun bisa dijadikan objek penelitian, selagi hal itu dirasakan perlu dan bisa diteliti. Fenomena alam, benda-benda, ujaran, percakapan, naskah, kejadian-kejadian di sekitar kita, fakta-fakta, data-data, ataupun  informasi tentang apa saja bisa dijadikan objek penelitian. Dalam bidang pendidikan Bahasa Arab, wilayah kajiannya bisa mencakup:  aspek yang berkaitan dengan pendidikan yang meliputi kurikulum, silabus kepala sekolah, pengelola, sarana prasarana dsb., aspek yang berkaitan dengan pengajaran meliputi guru, siswa, metode, materi, media, dsb., aspek yang berkaitan dengan konten kebahasa araban yang meliputi nidzham al-lughah, maharah al-lughah dsb. dan aspek yang berkaitan dengan pendidikan islam yang melibatkan kajian Bahasa Arab.[1]
Menurut Suharismi Arikunto (2010:4) wilayah atau ruang lingkup objek penelitian pendidikan adalah hal-hal apa saja yang berhubungan dengan pendidikan, baik yang terjadi disekolah, diluar sekolah maupun kaitan antar keduanya. Pendidikan yang dilakukan di keluargapun merupakan objek penelitian yang menarik.
Penelitian yang berobjek masalah-masalah persekolahan, bertujuan untuk meningkatkan efektifitas program belajar mengajar agar tercapai prestasi belajar  secara maksimal. Penelitian ini dapat menyangkut kurikulum, siswa, guru, personal non-guru, pengelolaan, sarana pendidikan, pembiayaan, lembaga-lembaga pendidikan dan sebagainya.  Tujuan yang sama yaitu, menaikkan prestasi belajar dapat juga dilakukan dengan meneliti kaitan antar sekolah dan luar sekolah.[2]
Secara umum, wilayah kajian dalam penelitian pendidikan Bahasa Arab seputar
masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran Bahasa Arab pada tataran teoritis dan praktis di berbagai lembaga pendidikan baik pada aspek metodologi maupun pada konten kebahasaannya. Selain itu, Bahasa Arab erat kaitannya dengan wawasan keislaman, oleh karenanya, output Pendidikan Bahasa Arab selain mendidikkan konten kebahasaannya juga dibebankan pada aspek keislamannya, sehingga dimungkinkan bisa mengkaji masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan Islam yang melibatkan kajian Bahasa Arab dari sumber-sumber yang relevan.[3]
Hemat kami, wilayah kajian penelitian pendidikan bahasa Arab bisa ditinjau dari aspek pendidikan, pengajaran, konten kebahasa Araban dan pendidikan Islam yang melibatkan kajian Bahasa Arab, untuk lebih jelasnya akan dipaparkan dibawah ini:

A.           Aspek Pendidikan
Penelitian dalam bidang pendidikan banyak yang lebih diarahkan pada aplikasi dari pada konsep dan teori, disamping itu tujuan penelitian pendidikan ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan atau keberhasilan suatu sistem pendidikan, ketepatan penggunaan sistem pendidikan, program, model, metode, instrumen yang dipakai dalam pendidikan tersebut.[4]
Dalam hal ini adanya kesenjangan antara idealitas dengan realitas, teori dengan praktek yang seharusnya dengan senyatanya dalam masalah pendidikan. Biasanya masalah muncul dari segi kepustakaan seperti buku-buku atau laporan panel pendidikan sebelumnya. Atau  forum pertemuan ilmiah seperti seminar pendidikan atau bisa dari praktek pendidikan dilapangan. Penelitian dalam bidang pendidikan tersebut setidaknya mencakup:
1.         Pemikiran (gagasan, ide atau pemikiran tokoh pendidikan)
2.         Konsep umum (elaborasi ayat, undang-undang yang berkaitan dengan pendidikan)
3.         Kurikulum pendidikan
4.         Implementasi kurikulum dilapangan (praktek pembelajaran)
5.         Lembaga pendidikan (sejarah pendidikan, manajemen dan kebijakan)
Menurut Sugiono (2000:42-44) penelitian pada bidang pendidikan sangat luas sekali cakupannya, yaitu penelitian  pendidikan yang dapat dilakukan pada tingkat operasional, manajerial dan kebijakan.
Di bawah ini adalah wilayah penelitian pendidikan untuk setiap tingkatan tersebut:

a.         Wilayah tingkat Operasional
1.         Aspirasi masyarakat dalam memilih pendidikan
2.         Pemasaran lembaga pendidikan
3.         Sistem seleksi murid
4.         Kurikulum dan silabus
5.         Teknologi pembelajaran
6.         Media pendidikan
7.         Penampilan mengajar guru
8.         Manajemen kelas
9.         Sistem evaluasi belajar
10.     Sistem ujian akhir
11.     Kuantitas dan kualitas lulusan
12.     Unit produksi
13.     Perkembangan lulusan
14.     Pembiayaan pendidikan
15.     Profil pekerjaan dan tenaga kerja
16.     Kebutuhan masyarakat akan lulusan pendidikan.

b.        Wilayah Tingkat manajerial
1.         Perencanaan pendidikan dari tingkat nasional, provinsi kabupaten kota dan lembaga
2.         Organisasi Diknas
3.         Kepemimnan pendidikan
4.         Ekonomi pendidikan
5.         Bangunan sarana dan prasarana pendidikan
6.         Hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan
7.         Sumberdaya manusia dan tenaga kependidikan
8.         Evaluasi pendidikan
9.         Keasiswaan, perpustakaan dan musium pendidikan.

c.         Wilayah dan lingkup penelitian pendidikan  pada tingkat kebijakan
1.         Perumusan kebijakan pendidikan yang dilakukan oleh MPR, Presiden dan DPR
2.         Kebijakan menteri pendidikan nasional tentang pendidikan
3.         Kebijakan Dirjen, Gubernur, Bupati, Walot Diknas tentang pendidikan
4.         Implemntsai kebijakan pendidikan
5.         Output dan outcome kebijakan pendidikan.[5]

B.           Aspek Pengajaran
Wilayah kajian penelitian pendidikan Bahasa Arab dilihat dari aspek pengajarannya meliputi unsur guru, siswa, media, teknologi pengajaran pendekatan, strategi, metode, teknik dan taktik pembelajaran. Salah satu yang bisa dijadikan objek penelitian adalah unsur guru.
Unsur guru sangat potensial dijadikan objek penelitian. Kedudukannya begitu penting, bisa dikatakan sebagai faktor utama  dalam pendidikan. Topik-topik yang bisa digali dan dijaikan objek penelitian  yang terkait dengan guru antara lain:  tingkat pendidikan, latar belakang sosial-ekonomi, penguasaan materi, penguasaan metode dan teknik, gaya mengajar, cara pandang guru terhadap siswa dll.
Bidang kajian yang terkait dengan siswa, bisa dikaitkan dengan tingkat kompetensi siswa. Kompetensi tersebut bisa dikaitkan langsung dengan bahan ajar. Misalnya, penguasaan siswa dalam pelafalan huruf, penguasaan jenis-jenis morfem, penggunaan kata berafiks dalam kalimat, kemampuan  menggunakan frasa,  menyusun kalimat, merangkai paragraf, menyusun karangan dll. Setiap contoh bidang kaian tersebut bisa dijabarkan lebih detail lagi. Sebagai contoh, yang berkaitan dengan kemampuan mengarang, bisa dijabarkan berdasarkan jenis karangannya (deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, dan persuasi) atau berdasarkan pola pengembangannya (kronologis, topikal, sebab-akibat, pemecahan masalah dll.).
Bidang kajian yang terkait dengan pembelajaran, antara lain pemilihan dan penggunaan model, strategi, metode, ataupun teknik pembelajaraan. Kita mengetahui bahwa banyak sekali model mengajar (sinektik, jigsau, inkuiri, dll.), metode mengajar (simulasi, tanya-jawab,  ceramah, dll.), maupun teknik mengajar (bertanya, tugas, ceramah dll.) yang bisa dijadikan bahan eksperimen penelitian.  Banyaknya variasi dan temuan-temuan baru tentang model, metode, dan teknik  pembelajaran bisa kita jadikan topik penelitian.

C.           Aspek Konten Kebahasa Araban
Wilayah kajian penelitian pendidikan Bahasa Arab dilihat dari aspek konten atau materi kebahasa Arabannya sangat banyak sekali sebanyak ilmu Bahasa Arab tersebut, seperti cakupan Nidzham Al-Lughah meliputi ‘Ilm Al-Ashwat, ‘Ilm Ash-Sharf, ‘Ilm An-Nahw, ‘Ilm Ad-Dilalah, ‘Ilm Al-Balaghah, ‘Ilm Al-Uslub dsb. dan Maharah Al-Lughah meliputi Maharah Al-Istima’, Maharah Al-Kalam, Maharah Al-Qira’ah dan Maharah Al-Kitabah. Belum lagi ilmu-ilmu bahasa Arab tersebut dipecah lagi sesuai materinya.

D.           Aspek Pendidikan Islam yang Melibatkan Kajian Bahasa Arab
Bahasa Arab erat kaitannya dengan wawasan keislaman, oleh karenanya, output pendidikan Bahasa Arab selain mendidikkan konten kebahasaannya juga dibebankan pada aspek keislamannya, sehingga dimungkinkan bisa mengkaji masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan Islam yang melibatkan kajian Bahasa Arab dari sumber-sumber yang relevan.





SIMPULAN

Mempelajari wilayah kajian penelitian pendidikan Bahasa Arab akan memberikan gambaran pada mahasiswa tentang apa saja yang boleh diteliti, apakah kiranya akan kehabisan judul dengan setelah berlangsungnya pendidikan selama bertahun-tahun dan ada ribuan universitas dengan prodi pendidikan di dalamnya, kajian materi semacam ini sekaligus akan memberikan motivasi pada mahasiswa agar tidak berpikiran sempit dalam penelitian, selama penelitian itu berkaitan dengan pendidikan Bahasa Arab boleh diteliti dan bahkan sampai hal-hal terkecil pun, sehingga mahasiswa dapat berkesimpulan tidak akan ada habisnya meneliti tentang kebahasa-araban dan pengajarannya, terlebih bahasa itu berkembang.
Ringkasnya, ruang lingkup kajian penelitian pendidikan Bahasa Arab meliputi masalah-masalah sebagai berikut:
1.         Kurikulum pembelajaran Bahasa Arab
2.         Metodologi pembelajaran bahasa Arab
3.         Perangkat pembelajaran bahasa Arab
4.         Konten materi pembelajaran bahasa Arab
5.         Evaluasi pembelajaran bahasa Arab
6.         Pengembanagan profesi guru bahasa Arab
7.         Keterampilan-keterampilan dalam bahasa Arab
8.         Konsep-konsep modern pengembangan pembelajaran bahasa Arab
9.         Perbandingan bahasa Arab dengan bahasa lain yang berimplikasi pada pembelajarannya
10.     Aspek-aspek pendidikan islam yang berbasis pada kajian bahasa Arab
11.     Pembelajaran bahasa Arab untuk tujuan-tujuan khusus.




Download file makalahnya DISINI



[1] http://herwinsaepullah.blogspot.co.id/2011/04/penelitian-pengajaran-bahasa.html (diakses pada 01/03/2017, pukul 19:32).
[2] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian-Suatu Pendekatan Praktik (Yogyakarta: PT Rineka Cipta, 2010), Hlm. 4).
[3] Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pedoman Penyusunan Skripsi (Bandung: 2015).
[4] S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 1997) hlm.24
[5] Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&B. (Bandung: Alfabeta) hlm: 42-44.


DAFTAR PUSTAKA


Suharsimi Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian-Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta: PT Rineka Cipta.
S. Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiono. - . Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta.
Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pedoman Penyusunan Skripsi (Bandung: 2015)
http://herwinsaepullah.blogspot.co.id/2011/04/penelitian-pengajaran-bahasa.html (diakses pada 01/03/2017, pukul 19:32).

0 Response to "WILAYAH KAJIAN PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel