KONSEP TEORI KEPRIBADIAN



Pengertian Pengembangan dan Kepribadian
1.             Pengertian Pengembangan
Menurut bahasa, pengembangan adalah suatu proses, cara pembuatan. Sedangkan Menurut istilah, pengembangan adalah upaya pendidikan baik formal maupun non formalyang dilaksanakan secara sadar, berencana, terarah, teratur, dan bertanggung jawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing dan mengembangkan suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras, pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bakat, keinginan serta kemampuan-kemampuannya, sebagai bekal untuk selanjutnya atas prskarsasendiri menambah, meningkatkan dan mengembangkan dirinya, sesame, maupun lingkungannya ke arah tercapainya martabat, mutu dan kemampuan manusiawi yang optimal dan prbadi yang mandiri.

2.             Pengertian Kepribadian
Sedangkan pengertian kepribadian Menurut Agus Sujanto dkk. (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.

Konsep Teori Kepribadian
1.             Pengertian Teori Kepribadian
Teori kepribadian adalah sekumpulan anggapan atau konsep-konsep yang satu sama lain berkaitan mengenai tingkah laku manusia (Hall Lindzey, 1970).
2.             Fungsi-Fungsi Teori Kepribadian
a.         Fungsi Deskriptif (menguraikan atau menerangkan)
Fungsi deskriptif ini menjadikan suatu teori kepribadian bisa mengorganisasi dan menerangkan tingkah laku atau kejadian-kejadian yang dialami individu secara sistematis.
b.        Fungsi Prediktif (meramalkan)
Fungsi prediktif ini menjadikan suatu teori kepribadian bisa meramalkan tingkah laku, kejadian, atau akibat-akibat yang belum muncul pada diri individu.

3.             Evaluasi Teori Kepribadian
a.         Verifiabilitas
Kriteria verifiabilitas menekankan bahwa teori kepribadian haruslah bertumpu pada konsep-konsep yang jelas, didefenisikan secara eksplisit dan memiliki kaitan yang logis satu sama lain, yang memungkinkan teori kepribadian ini bisa diverifikasi (diperiksa) oleh para peneliti lain.
b.        Nilai Heuristik
Kriteria ini mengevaluasi sampai sejauh mana suatu teori kepribadian dapat secara langsung mengundang penelitian.
c.         Konsistensi Internal
Kriteria ini menekankan bahwa suatu teori kepribadian janganlah mengandung pertentangan didalamnya, serta teori kepribadian tersebut bisa menerangkan tingkah laku secara konsisten.
d.        Kehematan
Kriteria kehematan menekankan bahwa teori kepribadian harus disusun berdasarkan konsep yang sesedikit mungkin, jadi, teori kepribadian dianggap lemah apabila menggunakan konsep yang terlalun banyak.
e.         Keluasan
Kriteria keluasan (comprehensiveness) ini menunjuk kepada bentangan dan keanekaragaman fenomena yang bisa diliput oleh suatu teori kepribadian. Semakin luas suatu teori kepribadian, maka akan semakin banyak pula fenomena atau dasar-dasar tingkah laku yang diungkapkannya.
f.         Signifikansi Fungsi
Kriteria yang terakhir ini menekankan bahwa teori kepribadian itu bisa dievaluasi dalam rangka kegunaannya membantu oranng-orang dalam memahami tingkah laku manusia sehari-hari.
4.             Sumber Teori Kepribadian
Teori kepribadian banyak bersumber dari observasi dan introspeksi mendalam dari para pemikir. Sebagai contoh Freud menghabiskan banyak waktu menganalissi mimpinya sendiri, dan menganalisis kekuatan dorongan seksual yang kemudian dari situ ia mengembangkan ide tersebut menjadi teori komprehensif mengenai jiwa manusia. Cara seperti ini dinamakan dengan pendekatan deduktif terhadap kepribadian, dimana kesimpulan dihasilkan secara logis dari premis dan asumsi-asumsi. Dalam deduksi kita menggunakan pengetahuan kita mengenai hukum atau prinsip dasar psikologi untuk dapat memahami tiap-tiap orang.
Kedua, teori kepribadian muncul dari penelitian empiris dan sistematis. Dinamakan dengan pendekatan induktif, pendekatan ini bekerja dari data menuju terbentuknya teori baru.
Sumber ketiga adalah analogi yang didapatkan dari konsep disiplin ilmu lain yang terkait. Contohnya, banyaknya kemajuan yang diperoleh melalaui pemahaman tentang struktur dan fungsi otak melalui medan magnet dan pencitra Computerized Tomoghraphy yang lebih lanjut dapat membantu dalam memunculkan cara-cara baru dalam menelusuri struktur psikologis dari otak. (friedman dan miriam, 2006)
5.             Sejarah Teori Kepribadian
  • Teater dan presentasi Diri
Awal dari teori kepribadian dapat ditelusuri melalui teater. Theophrastus, murid aristoteles adalah salah satu pencipta pertama sketsa karakter yang mendeskripsikan mengenai tipe orang pada umumnya, seperti seorang yang rapi, pemalas, atau kasar. Sedangkan orang Romawi kuno menggunakan topeng dalam teater untuk menekankan bahwa mereka sedang memainkan karakter yang berbeda dengan diri merka sendiri, ini menandakan adanya kekaguman terhadap hakikat sebenarnya. (friedman dan miriam, 2006).
  • Agama
Fokus Agama Yahudi, kristen, Islam, mempercayai bahwa manusia diciptakan menurut citra Tuhan, dan bertujuan untuk berjuang demi kebaikan, dan melawan yang jahat, dalam tradisi ini sikap dasar manusia pada hakikatnya adalah spiritual.
Sedangkan agama timur berfokus pada kesadaran diri, dan pemenuhan spiritual, perhatian juga banyak diarahkan pada meditasi dan perubahan tingkat kesadaran (kesurupan), fokus ini memainkan peranan penting dalam aspek-aspek tertentu dalam teori kepribadian modern seperti teori abraham maslow. (friedman dan miriam, 2006)
  • Evolusi Biologis
Pengaruh terhadap tori kepribadian yang paling jelas adalah perkembangan biologi selama abad 19, mengapa hewan seperti harimau bersifat agresif dan penyendiri sementara binatang lain seperti simpanse bersifat sosial dan kooperatif. Adanya kemunculan teori Evolusi Darwin menjelaskan bahwa karakter individu yang berevolusi adalah karakter yang memungkinkan individu tersebut meneruskan keturunan. Contoh, dorongan seks memiliki nilai adaptif, jadi individu yang tidak memiliki dorongan seks kemungkinan akan tidak dapat melanjutkan keturunan.
  • Pengetesan
Banyak tes yang dibuat untuk mendeskripsikan kepribadian seseorang, ketika Amerika menghadapi perang dunia I, mereka mempunyai banyak sekali pekerjaan sehingga mereka berpikir akan melakukannya lebih baik jika mereka mengukur orang sama dengan mengukur mesin. Banyak penelitian tentang kepribadian dilakukan guna menghadapi pertempuran atau pertahanan nasional amerika. Pendekatan ini membawa perspektif yang berbeda terhadap studi mengenai perbedaan individu.
  • Teori Modern
Teori modern secara formal lahir pada tahun 1930an . bentuk teori tersebut banyak dipengaruhi oleh karya tiga orang; gordon Allport, kurt Lewin dan henry Murray, Alport menolak ide untuk memecah kepribadian dalam komponen dasar (seperti sensasi dan dorongan dari dalam diri) dan lebih melihat sistem yang mendasari keunikan setiap individu. Lewin memberi perhatian teori kepribadian pada kondisi sesaat individu dan struktur situasi psikologisnya, dengan kata lain Lewin menekankan ada kekuatan yang mempengaruhi orang dari waktu ke waktu dan dari situasi ke situasi. Sedangkan Murray merupakan personologist yang mengintegrasikan isu-isu klinis dengan isu-isu teoretis, dia menggunakan pendekatan yang luas dalam kepribadian dan mendefinisikan sebagai cabang dari psikologi yang mempelajari kehidupan manusia dan faktor-faktor apa saja yang  mempengaruhinya, serta menyelidiki perbedaan individu.
6.             Karakteristik Kepribadian
Kata kunci dari kepribadian adalah adjustmen. Menurut alexander (syamsu dan juntika, 2007) penyesuaian dapat diartikan sebagai suatu respon individu, baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, tegangan emosional, frustasi dan konflik dan memlihara keharmonisan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.
Hurlock (dalam Syamsu dan Juntika, 2007) mengemukakan bahwa karakteristik penyesuaian yang sehat atau kepribadian yang sehat ditandai dengan :
  1. Mampu menilai diri secara realistis artinya mampu menilai kelebihan dan kekurangan diri apa adanya. Menyangkut fisik maupun kemampuan.
  2. Mampu menilai situasi secara realistis. Individu mampu menghadapi situasi yang dialami secara realsistis dan mau menerima secara wajar, tidak bersifat perfeksionos.
  3. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistis, terhadap prestasi yang menonjol seseorang tidak sombong, sedangkan bila gagal tidak mengalami frustasi yang berlebihan namun malah bisa bersikap penuh harapan.
  4. Menerima tanggung jawab, mempunyai keyakinan dan mempunyai semangat untuk bisa menjalankan tugas dan mengatasi masalah dengan baik.
  5. Kemandirian
  6. Dapat mengontrol emosi
  7. Berorientasi tujuan
  8. Berorientasi keluar
  9. Penerimaan sosial
  10. Memiliki filsafat hidup
  11. Kebahagiaan
Sedangkan kepribadian yang kurang sehat ditandai dengan karakteristik:
  1. Mudah marah
  2. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
  3. Seing merasa tertekan
  4. Bersikap kejam atau suka mengganggu orang yang lebih muda atau binatang.
  5. Tidak mampu menghindari perilaku yang menyimpang
  6. Terbiasa berbohoong
  7. Hiperaktif
  8. Memusuhi semua bentuk otoritas.
  9. Senang mengkritik atau mencemooh orang lain.
  10. Sulit tidur
  11. Kurang bertanggung jawab
  12. Sering pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan bersifat organis)
  13. Kurang memiliki kesadaran untuk menaati ajaran agama
  14. Bersikap premis dalam menghadapi kehidupan
  15. Kurang bergairah dalam menghadapi kehidupan!

Sumber:
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2190377-pengertian-pengembangan/
http://bkpemula.wordpress.com/2012/02/01/teori-kepribadian/

0 Response to "KONSEP TEORI KEPRIBADIAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel